Kamis, 20 September 2012

aktor cilik indonesia


JAKARTA - Aktor cilik Emir Mahira berhasil meraih Piala Citra FFI 2011 untuk kategori pemeran utama pria terbaik. Emir meraih piala tersebut berkat aktingnya dalam film 'Rumah Tanpa Jendela'.
Saat namanya disebutkan Emir kehabisan kata-kata. Sebab, saingannya bukan aktor kacangan. Sebut saja Tio Pakusadewo (Tebus), Oka Antara (Sang Penari), Ferdy Tahier (Masih Bukan Cinta Biasa) dan Alex Komang (Surat Kecil Untuk Tuhan).
"Yanf jelas sih nggak nyangka. Saingan saya hebat-hebat. Mereka lebih jago dibandingkan aku. Yang jelas, saya senang banget. Speechless," ujar Emir, Sabtu (10/12/2011)malam dalam perhelatan Malam Anugerah Piala Citra FFI 2011, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Emir mengaku sangat mengagumi kepiawaian akting aktor senior Tio Pakusadewo. Menurutnya, Tio adalah aktor yang hebat. Tio selalu memberikan kemampuannya secara maksimal dalam setiap film yang dibintanginya.
"Yang paling saya kagumi om Tio Pakusadewo. Kalau lihat (aktingnya) dia benar-benar gila," serunya. Ke depan, lewat Piala Citra yang diraihnya itu, Emir berharap dapat memberikan yang terbaik bagi perfilman Indonesia.

Jakarta - Aktor cilik Emir Mahira kembali beraksi sebagai Bayu dalam film 'Garuda Di Dadaku 2'. Akting Emir di film yang rilis 15 Desember itu pun mendapat sambutan positif dari para penontonnya.

Seperti apa sosok Emir dalam kesehariannya? Apakah karakter Emir mirip dengan karakter Bayu?

Lahir di Jakarta, 19 September 1997, Emir tumbuh sebagai anak laki-laki yang sangat tahu apa yang diinginkannya. Anak kedua dari tiga bersaudara itu kini tengah mengenyam pendidikan di ISS International School, Singapura.

"Sekarang aku kelas 9. Menjadi seorang anak SMP sangatlah mengasyikkan. Banyak hal baru yang aku dapatkan. Teman-temanku juga sangat banyak bahkan dari berbagai belahan dunia," ujarnya saat berbincang dengan detikhot.




Ya, memang benar kata Emir. Mendapatkan hal yang baru sangatlah mengasyikkan. Salah satunya, bergaul dengan teman dari berbagai negara yang membuat rasa ingin tahunya semakin berkembang. 

Cara bergaul, cara berbicara, serta kebiasaan setiap negera itu dikatakannya sangatlah beragam. Maka tak heran jika ia sangat senang dan menikmati pendidikannya saat ini.




"Di sekolah aku hanya ada dua orang Indonesia dan aku yang paling hitam. Mereka semuanya putih-putih. Tapi itu nggak masalah yang penting sekarang aku sangat nyaman dengan apa yang aku dapatkan," katanya seraya tersenyum.

Penasaran kenapa Emir memilih tinggal di Singapura? Padahal, ia lahir dan besar di Jakarta? Ehmm tahan dulu, karena hari ini kamu bisa mengetahui lebih dalam siapa sebenarnya Emir Mahira. Simak terus ya, hanya di detikhot.




Dua Benda yang Wajib Dibawa Umay Saat Syuting

Umay memiliki dua benda yang wajib di bawa ke lokasi syuting. (VIVAnews/Muhamad Solihin)
Umay memiliki dua benda yang wajib di bawa ke lokasi syuting. (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife - Aktor cilik Muhammad Arfiza Shahab atau lebih akrab disapa Umay ternyata memiliki dua benda yang wajib dibawa saat syuting. Seperti anak-anak seusianya, Umay juga menggemari permainan video game.

Oleh karena itu aktor kelahiran 16 Februari 2001 tersebut, tak pernah ketinggalan membawa gadget dan televisi portable saat syuting. Selain membawa gadget, Umay yang dikenal lewat sinetron Upik Abu dan Laura ini, ternyata membawa bekal sendiri dari rumah di lokasi syuting.

Seperti artis cilik lainnya, jadwal Umay juga cukup padat. Meski demikian, Umay tetap mementingkan pendidikannya.

Keseharian Umay ini bisa Anda saksikan selengkapnya di Seleb@Seleb, Selasa, 17 Juli 2012, pukul 09.30 sampai dengan 10.00 WIB, hanya di ANTV. Dan jangan lewatkan pula tayangan Seleb@Seleb setiap Senin hingga Kamis. Anda juga bisa menyaksikan acara inilive streaming di VIVAnews.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar